Ervina DenVin

Di baca yah, tulisan di bawah







--= Pesan Untuk Ayahku =--
--= Dari DenVin=--

Celotehan Hati Kecilku
==================================
Untuk Ayahku Tercinta :

-------------------MENGENANGMU AYAH-------------------

2 tahun yang lalu Aku masih bisa mencium tangannya.
Aku masih bisa mengecup lembut pipinya.
Aku masih bisa merasakan kharismanya seorang ayah.
Aku masih bisa merasakan kasih sayang tulusnya.
Aku masih bisa melihat wajah teduh penuh cinta.
2 tahun yang lalu Aku masih bisa mendengar suaramu.

21 april 2015 Ajal telah menjemput ayahku, sosok yang paling aku sayang yang paling aku hormati yang paling aku patuhi, yang amat sangat aku cintai.
Ya Rabbilizzati...
Hamba tak pernah mengira ayah akan Kau panggil secepat ini, Dalam usia belum genap 50 tahun.
Meninggalkan ibu dan anak-anaknya untuk merasakan kehilangan sosok seorang ayah..
Meskipun sangat berat, ku coba untuk tegar sekuat mungkin.

Pikiranku kalut, pikiranku kacau, aku benar-benar hilang arah saat itu...
Aku bahkan sangat kaget dan mendapatkan kabar duka ini dari keluargaku.
Pada saat itu aku tak ada dirumah, Aku telah pergi kesekolah meninggalkan ayah ibu dan ayahku demi menuntut ilmu.
Aku bahkan tak sempat melihat ayah untuk yang terakhir kalinya..
Aku sempat mengiringi pemergian ayah menuju peristirahatan terakhirnya dan melihat proses pemakamannya.

Innalillahi wainnailaihi roji'un Ayahku telah tiada....
Ayahku telah menghadap Allah Swt dengan tenang dan seketika itu aku sadar, AKU ANAK YATIM
Ya Aku anak Yatim sekarang Kucoba menguatkan hati dan aku kembali sadar.

Ya Allah, sungguh berat rasanya ku lalui hidup ini sekarang, tapi aku tak boleh menyerah .
Aku percaya ini adalah jalan terbaik yang Tuhan tunjukkan untuk ku dan keluargaku.
Tabahkan hati kami Ya Rabbi.
Sabarkan hati kami, mudahkanlah kami melalui hidup ini tanpa sosok seorang ayah, berikan tempat yang terbaik untuk alm ayah disana.

Ya Allah. Atas nama cinta kusampaikan doa ini, satu dari sekian banyak doa untuk ayah yang selalu ingin kukirim ke negeri abadi, tempat ayah kini berada.
Setiap doa adalah lukisan peristiwa dan luapan rasa yang berbukit-bukit tentang rindu yang luar biasa dari seorang anak kepada ayahnya.

Ayah, menyebut namamu, mengalunkan vibrasi dalam denyut nadiku, memenuhi rongga tubuhku dengan getaran.
Jutaan getaran yang ditimbulkan oleh perasaan-perasaan yang berbeda, menyatu, membuatku terpekur dalam kerinduan.
Rindu pada segala hal tentang ayah.

Ayah, aku ingin ayah tahu bahwa aku disini baik-baik saja.
Ayah tidak perlu khawatir ya.
Aku kangen ayah, kangen sekali.
Rasa itu membuncah dalam dada.
Setiap hari kucoba menitipkan rasa itu lewat doa-doa panjangku.
Kuharap ayah bisa merasakannya.
Banyak yang hilang dari hidupku sejak ayah pergi.

Ketika pucuk-pucuk pohon telah menjadi pangkal bagi tunasnya...
Ketika sayap-sayap telah lelah untuk menjelajah...
Dan ketika aroma tanah basah telah hilang, menjadi untaian jelaga dan kepanasan, Barulah aku sadar....

Sudah dua tahun, dua tahun aku jauh dari ayah, dan dua tahun aku tidak mendengar nasihat dari ayah, dua tahun aku lepas seperti kapas, dua tahun aku tidak terbakar oleh kobaran semangat ayah, dan dua tahun aku mencoba tetap tegar menghadapi segala persoalan hidup.
mencari setiap solusi yang aku butuhkan Sendiri.
Bukan waktu yang singkat untuk sebuah perasaan kehilangan dan bukan waktu yang terlalu lama untuk sebuah tahapan pendewasaan.
Entahlah, baru sekarang aku sadar batapa diri ini sangat rindu.
Rindu pada setiap canda dan tawa yang kau tawarkan, cerita-cerita konyol, nasihat klasik dan bara semangat yang senantiasa mendidihkan keberanianku di waktu yang lalu.
Dan ketika itu, semua hanya biasa.
Tak pernah ada kesan istimewa.
Tapi sekarang, yang biasa itulah justru yang sangat aku rindukan.

Ayah, kau tak pernah berhenti mengungkap segala harapan dan impian. Harapan yang kau berikan pada anakmu, keinginan tuk jadikan aku yang luar biasa.
Harapan agar aku menjadi yang paling indah dan berarti.
Hanya untuk sebuah alasan, "karena aku adalah anakmu" Kau tak pernah rela aku berada pada satu titik kesalahan, yang mungkin akan membawaku pada sedikit kemunduran.
Dan kaupun selalu bangga dengan prestasi yang coba ku ukir, meski itu hanya untuk sedikit langkah yang lebih maju.

Ayah, betapa kerinduan ini semakin dalam.
Walaupun banyak hal menyenangkan yang aku temui, kadang aku merasa lelah, letih dengan semua yang aku hadapi.
Merasa putus asa dan ingin menyerah bila menghadapi masalah, meskipun itu belum seberapa.

Ayah, mengapa terkadang aku merasa dunia begitu tidak adil padaku?
Kau meninggalkan aku disaat aku benar-benar butuh pendampingan darimu dari sosok seorang ayah.
Aku merasa ditinggalkan.

Astaghfirullahal'adziim
Allah, aku tidak bermaksud untuk menggugat-Mu atau menuntut yang lain dari-Mu.
Aku hanya ingin mengungkapkan perasaan fitrahku.
dan terkadang aku merasa berhak untuk itu.
Aku ingin menangis, Ya Allah.
Tapi aku tidak bermaksud untuk tidak ikhlas dengan semua kehendak-Mu, aku juga tak ingin air mataku menjadi penghalang bagi perjalanan ayahku menghadap-Mu. Aku hanya merasa aku berhak untuk menangis.
meskipun terkadang aku tak tahu mengapa harus menangis.
Tapi bukankah itu hak ku sebagai manusia??

Ayah, harapan yang kau letakkan di pundakku, harapan itulah yang senantiasa menjadi tonggak penyangga hingga aku tetap bisa bertahan menghadapi semua.
Ayah, setiap nasihat dan kata-kata bijak yang kini menjadi salah satu pemanduku dalam mengarungi lautan kehidupan.
Ayah tahu, mengenang ayah adalah mengenang sosok pencinta kehidupan dan sungguh aku banyak belajar dari ayah.

Ayah adalah tauladan.
Aku telah memahami bahwa mencintai berarti menghargai.
Mencintai hidup berarti menghargai hidup, dan itu yang aku lakukan sekarang dan seterusnya hingga kelak Allah memanggilku untuk kembali.
Aku janji ayah!!
Aku kini mencoba menjalani hidup dengan sebaik-baiknya.

Ayah...
Tangisku tak kan dapat memutar waktu.
Sesalku tak kan dapat memelukmu dan harapku, tak kan mampu tuk kembalikan mu ..
Ayah...
Semasa kecil kami belum mengerti Apa arti pengorbanan seorang ayah Selalu berjuang demi kebutuhan anakmu tanpa mengenal waktu Engkau rela di hina dan di maki demi anak-anakmu Ayah...
Saat detik kepergianmu menghembus nafas terakhir, aku seperti tak percaya karena beberapa detik engkau telah pergi untuk selamanya Ayah...
Sungguh bagiku hidup ini terasa berat untuk dijalani.
Sungguh bagiku sulit untuk menerima semua kenyataan ini.
Tak pernah kubayangkan sebelumnya, betapa kesepian nya ibu tanpa hadirmu.
Betapa berat beban ibu untuk mengasuh aku.
Betapa tegarnya ibu saat kau putuskan harapan nya
Ayah Apakah engkau mengerti akan kerinduanku saat ini ?
Betapa hidup ini amat sangat berat setelah kau tiada.
Betapa semua terasa sulit saat kau tak lagi ada Aku merindukanmu ayah, sangat merindukanmu.
Tapi inilah takdir, aku harus tetap tegar melepaskan dengan ikhlas walau kadangkala ku menangis
Ayah...
Betapa anakmu kehilangan dan selalu terbayang wajahmu Serasa engkau masih bersama kami.
Ayah...
Aku bersyukur pernah merasakan kasih dan sayangmu.
Kau berikan aku pengertian yang aku tidak mengerti
Kau ajari aku pelajaran yang aku tidak pahami
Kau guru sekaligus jaksa yang paling adil untuk keluargamu
Sampai kau merasa lelah dan sudah cukup untuk menuntun kami Lalu kau titipkan kami pada ibu.
Aku bangga memiliki ayah sepertimu :')
Kini hanya do'a yang mampu sampai ketempat terindahmu
Semoga Allah selalu memberi kebahagiaan untukmu Slseperti halnya kau berikan pada kami

Ayah...
Maaafkan anakmu ini yang belum mampu membahagiakan dirimu di waktu hidup dan tua mu
Kini aku hanya bisa berusaha dengan setiap apa yang kupunya dengan setiap ucap dalam doa

Ya As-Sami...
Engkau maha mendengar.
Perkenankan permohonan kami
Ya Al-Ghafur...
Ampuni dosa dan kesalahan ayah kami Semasa hidup dan matinya
Ya Al-Maajid...
Tempatkan ia pada kemuliaan-Mu Karena disisi-Mu tempat kemuliaan kami.

Dan kini...
Meskipun ayah telah tiada, seluruh kenangan hidupku akan menjadi saksi.
Saksi atas perjuangan, pengorbanan, kesungguhan dan keikhlasan Disinilah anakmu sedang mengenang mu Ayah dan memanjatkan do'a agar Ayah diterima di sisi-Nya. Aamiin...
Ayah...
Masih terngiang dalam benakku saat terakhir kau genggam tanganku, kau berbisik lemah, sangat lemah agar aku tidak menangis lagi, tapi Aku tak kuasa untuk tidak menangis dipusaramu Hingga kubiarkan airmata ini mengalir perlahan jatuh terserap dan berharap bangunkan tidurmu
Ayah...
Aku berjanji, akan slalu melanjutkan harapanmu dan tetap berdiri Tegar, meski karang menghadang Memang benar, terkadang kita merasa bahwa kita mempunyai sesuatu yang sebenarnya sangat berharga justru pada saat kita telah kehilangan.

Ya Allah...
Mudahkanlah jalanku untuk beribadah kepada-Mu dengan melaksanakan amanah orangtuaku
Ya Allah...
Jadikan aku seorang anak Yang benar-benar bisa berbakti kepada orangtua Sabarkan aku untuk menghadapi segala kondisi Ya Allah...
Pertemukanlah aku dengan orang-orang yang aku sayangi di akhirat nanti.
Semoga jerih payah ini kan menjadi buah yang manis di masa depanku dan menjadi jalan pahala bagi orangtuaku

Rabighfirlii waliwalidyiya warhamhumaa kamaa robbayanii Soghiro, robbana aatinaa fiddunya khasanah wa fil aakhiroti khasanah waqinaa adzabannar. Aamiin.
Tags : denvin

-----------------------------------------------------------------------
--= I Just Love You =--
Always Love you...
-----------------------------------------------------------------------


Created By Deden DenVin